Rabu, 01 Desember 2010

Akun Persediaan dalam pengauditan


PERSEDIAAN

PENGERTIAN PERSEDIAAN
Persediaan adalah barang–barang yang dimiliki perusahaan pada suatu saat tertentu, dengan maksud untuk dijual kembalin baik secara langsung maupun melalui proses produksi dalam proses produksi (yang menunggu untuk digunakan) dalam siklus produksi perusahaan. Dalam kata lain, Persediaan juga merupakan bagian dari aset perusahaan yang pada umumnya nilainya cukup material dan rawan oleh tindakan pencurian ataupun penyalahgunaan. Oleh karena itu, biasanya akun persediaan menjadi salah satu perhatian utama auditor dalam pemeriksaan atas laporan keuangan perusahaan.
SIFAT DAN CONTOH PERSEDIAAN
Menurut SAK: persediaan adalah aktiva yang tersedia untuk dijual, dalam proses produksi dan atau dalam perjalanan dan dalam bentuk perlengkapan [supplies] untuk digunakan dalam proses produksi atau pemberian jasa.
Sifat Persediaan biasanya merupakan
a. aktiva lancar [perputaran < 1 thn]
b. merupakan jumlah yang besar
c. mempunyai pengaruh yang besar terhadap Neraca dan Lap. Laba rugi.
Contoh Persediaan:
1. Bahan baku
2. Bahan dalam proses
3. Barang jadi
4. Suku cadang [spare parts]
5. Bahan pembantu
6. Barang dalam perjalanan [sudah dikirim supplier tatapi belum sampai ke gudang]
7. Barang konsinyasi [consignment out]: barang perusahaan yang dititip jual kepada perusahaan       lain. Sedang consignment in [barang perusahaan lain yang dititip di perusahaan] tidak boleh dicatat sbg persediaan perusahaan.

Tujuan Pemeriksaan (Audit Objective) Persediaan

Untuk memeriksa apakah terdapat internal control yang baik atas persediaan
Untuk memeriksa apakah persediaan yang tercantum di neraca betul-betul ada dan dimiliki perusahaan.
Untuk memeriksa apakah metode penilaian persediaan sesuai dengan SAK.
Untuk memeriksa apakah apakah sistem pencatatan persediaan sesuai dengan PABU.Untuk memeriksa apakah terhadap barang-barang yang rusak [defective], bergerak lambat [slow moving], dan ketinggalan mode [absolescence] sudah dibuatkan allowance yang cukup
Untuk mengetahui apakah ada persediaan yang dijaminkan.
Untuk mengetahui apakah persediaan diasuransikan dengan nilai pertanggunan yang cukup
Untuk mengetahui apakah ada perjanjian pembelian / penjualan persediaan yang
mempunyai pengaruh besar terhadap laporan keuangan.
Untuk mengetahui apakah penyajian persediaan dalam laporan keuangan sudah sesuai
dengan PABU.
1. Utk memeriksa apakah terdpt internal control yg baik atas persediaan. >> Jika Internal controlnya baik, maka luas pemeriksaan dlm substantif tes bisa dipersempit Ciri internal control yg baik atas persediaan:
a. Adanya pemisahan tugas dan tanggung jawab [segregation of duties] antara bag pembelian,penerimaan barang, gudang, akuntansi, dan keuangan. b. Digunakannya formulir-formulir yg prenumbered [bernomor urut tercetak], seperti: PR, PO, DO, RR[LPB], SO, Sales Invoice. c. Untuk pembelian dlm jml besar dilakukan mll tender. d. Adanya sistem otorisasi, baik utk pembelian, penjualan, penerimaan maupun pengeluaran kas / bank.
6e. Digunakannya sistem anggaran utk pembelian, produksi, penjualan, dan penerimaan
serta pengeluaran kas. f. Pemesanan barang dilakukan dg memperhitungkan EOQ dan Safety Stock. g. Digunakannya perpetual inventory system dan stock card, terutama di perusahaan yg nila persediaan per jenisnya cukup material.
>> Utk memahami IC, lakukan tanya jawab dg client menggunakan ICQ. Gambarkan
dlm flowchart maupun narasi.
- Evaluasi IC yg ada, lalu tarik kesimpulan sementara, apakah IC atas persediaan BAIK, SEDANG, atau LEMAH. - Jika IC nya BAIK ataupun SEDANG, lakukan tes ketaatan [compliance test] utk membuktikan apakah apakah IC berjalan efektif atau tidak. >> Sampel yg diambil : - utk pembelian: Purchase Order - utk pemakaian: Material Requisition - utk penjualan: Sales Invoice - Jika IC nya LEMAH, tidak perlu mengadakan tes ketaatan, ttp langsung mlkkn substantif tes yg diperluas. >> Lihat contoh ICQ utk persediaan:
2. Utk memeriksa apakah persediaan yg tercantum di neraca betul-betul ada dan dimiliki
perush.
>> Lakukan observasi atas stock opname
3. Utk memeriksa apakah metode penilaian persediaan sesuai dg SAK.
>> Persediaan dinilai sebesar Harga Perolehan, yg meliputi metode: FIFO, LIFO, Average Cost. - Utk barang yg harga jualnya sudah pasti [logam mulia], atau cepat rusak [hsl pertanian] bisa dinilai berdasarkan harga jual - Utk barang-barang yg usang, rusak, atau bergerak lambat bisa diadakan penyisihan [allowance], shg sesuai dg LOCOM. - Dalam keadaan inflasi penggunaan FIFO mengakibatkan harga pokok penjualan rendah, dan laba kotor tinggi. LIFO mengakibatkan laba kotor rendah. Average menghasilkan laba kotor yg lebih kecil dbandingkan FIFO ttp lebih besar dari LIFO.
9
- Dari segi UU Pajak tidak diperkenankan menggunakan LIFO krn menghasilkan laba
kotor yg lebih rendah dibandingkan FIFO dan Average.
4. Untuk memeriksa apakah sistem pencatatan persediaan sesuai dg PABU.
>> Ada dua sistem pencatatan persediaan yaitu : sistem perpetual dan sistem phisik. Perbedaan pencatatan antara sistem perpetual dan sistem phisik: Perpetual Pembelian DR Persediaan xxx CR Utang/Kas xxx Penjualan DR Piutang/Kas xxx CR Penjualan xxx DR HPP xxx CR Persediaan xxx Phisik DR Pembelian xxx CR Utang/Kas xxx DR Piutang/Kas xxx CR Penjualan xxx
10
- Sistem perpetual biasanya digunakan pd perush yg jenis persediaannya tidak banyak, ttp nilai persediaan per unitnya besar. Misal: deale mobil, toko emas. - Sistem phisik biasanya digunakan pd perush yg jenis persediaan per unitnya kecil. Misal: toko bahan bangunan.
5. Untuk mengetahui apakah terhadap barang-barang yg rusak, bergerak lambat, dan
ketinggalan mode sudah dibuatkan allowance yg cukup.
>> Barang-barang tsb tdk bisa dijual dg harga normal, spy laku hrs dijual dg harga obral. Krn itu hrs dibuatkan allowance yg cukup. Dalam harga tidak terlalu kecil [akibatnya laba terlalu besar], dan tidak terlalu besar [akibatnya laba terlalu kecil].
6. Untuk mengetahui apakah ada persediaan yg dijadikan jaminan.
>> Berdasarkan konfirmasi dai bank, perjanjian kredit, dan notulen rapat. Jika ada
persediaan yg dijaminkan, hrs diungkapkan dlm catatan atas laporan keuangan.
11
7. Untuk mengetahui apakah persediaan diasuransikan dg nilai pertanggungan yg cukup. >> Untuk menghindari terjadinya kerugian akibat terjadinya musibah, misal: kebakaran. - Nilai pertanggungan [insurance coverage] yg terlalu besar, dlm ekonomi yg lesu, memancing perush membakar persediaannya agar mendapat keuntungan dari ganti rugi perush asuransi.
8. Untuk mengetahui apakah ada perjanjian pembelian/penjualan persediaan yg
mempunyai pengaruh yg besar thd laporan keuangan.
>> Jika hal tsb ditemukan, harus diungkapkan dlm catatan atas laporan keuangan.
9. Untuk memeriksa apakah penyajian persediaan dlm lap. keu. sesuai dg PABU.
>> Sistem pencatatan yg digunakan, metode penilaian yg digunakan, apakah sudah
diterapkan LOCOM atas persed tsb.
12




TUJUAN
Adapun tujuan utama pemeriksaan persediaan adalah untuk menentukan bahwa :
1. Persediaan secara fisik benar-benar ada
2. Prosedur pisah batas (cut-off) persediaan telah dilakukan dengan memuaskan
3. Persediaan telah dinilai sesuai dengan Prinsip Akuntansi Berlaku Umum (PSAK)
yang diterapkan secara konsisten
4. Persediaan yang bergerak lambat (slow moving), usang, rusak, dapat
diidentifikasika dengan tepat dan dicadangkan dalam jumlah yang memadai
5. Penghitungan matematis dalam daftar persediaan telah dibuat dengan cermat
6. Persediaan yang dijaminkan telah diidentifikasikan dan diungkapkan dengan jelas
dalam catatan atas laporan keuangan
Walaupun tujuan-tujuan audit yang disebutkan di atas diarahkan terutama atas eksistensi dan valuasi persediaan dalam neraca, tetapi auditor harus selalu ingat bahwa audit terhadap akun persediaan yang dilakukannya harus berhubungan dengan harga pokok penjualan dan akun-akun terkait lainnya dalam laporan laba rugi.
TAHAPAN PROSEDUR AUDIT
Beberapa tahapan prosedur audit yang harus dilakukan auditor dalam melakukan
pemeriksaan atas akun persediaan diantaranya adalah :
Pemahaman Bisnis Klien
Kecukupan pemahaman atas bisnis perusahaan merupakan dasar terhadap audit persediaan. Pertanyaan-pertanyaan yang diajukan oleh auditor melalui Kuesioner Pemahaman Bisnis dan Jenis Usaha Klien akan memberikan auditor pemahaman mengenai aspek-aspek unik dari bisnis dan jenis usaha, seperti faktor musiman dan siklus, sifat dari keuangan, metode dan kebijaksanaan penjualan, kondisi persaingan usaha, bahan baku dan sumbernya, tenaga kerja dan fasilitas pabrik yang berkaitan dengan kebijaksanaan operasi perusahaan serta karakteristik sistim informasi termasuk metode costing. Pemahaman ini memungkinkan auditor untuk mencapai kesimpulan mengenai aspek-aspek laporan keuangan sehubungan dengan persediaan.
Penilaian Pengendalian Intern
Tujuan pengendalian intern atas persediaan adalah untuk meyakinkan bahwa:
a. adanya pengendalian yang memadai terhadap mutasi persediaan
b. semua transaksi persediaan telah dicatat dan diklasifikasikan dengan tepat
c. penghitungan fisik persediaan telah dijalankan sesuai dengan prosedur yang telah
ditetapkan
d. harga perolehan persediaan telah ditentukan dengan tepat
e. penyesuaian atas persediaan yang bergerak lambat (slow moving), usang dan
rusak telah dilakukan dengan tepat.



Pengujian Substantif
Tujuan utama pengujian substantif terhadap persediaan adalah untuk memberikan bukti nyata dari keberadaan dan penilaian persediaan. Pengujian ini meliputi observasi dan pengujian penghitungan fisik (stock taking), pengujian ringkasan dan pengujian harga.
Observasi Dan Pengujian Fisik Persediaan
Observasi penghitungan fisik merupakan prosedur pemeriksaan umum. Keikutsertaan auditor pemeriksa dalam penghitungan fisik dan observasinya akan memberikan kepuasan dalam menilai metode penghitungan fisik yang dilakukan dan ketaatan perusahaan atas penyajian kuantitas serta kondisi fisik persediaan.
Apabila auditor tidak dapat melakukan observasi atas penghitungan fisik persediaan karena adanya pembatasan pemeriksaan, maka auditor dapat memberikan pendapat dengan kualifikasi atau tidak memberikan pendapat sama sekali atas laporan keuangan perusahaan yang diperiksanya.
Ada beberapa metode penghitungan fisik persediaan, antara lain :
1. penghitungan fisik secara menyeluruh yang dilaksanakan setahun sekali pada
tanggal neraca atau pada tanggal tertentu yang dihadiri auditor.
2. penghitungan yang kontinue yang dilakukan atas seluruh persediaan sekurang-
kurangnya sekali dalam setahun
3. penghitungan ulang atas semua seksi yang terbesar dengan menghitung sekurang-
kurangnya sekali dalam setahun untuk seksi-seksi lainnya.
Standar Profesional Akuntan Publik (SPAP) SA Seksi 331 mengenai “Sediaan” mengatur
mengenai penghitungan fisik persediaan yang dilakukan oleh auditor.
Telah tercatat bahwa jika kuantitas sediaan hanya ditentukan melalui penghitungan fisik, dan semua penghitungan dilakukan pada tanggal neraca atau pada suatu tanggal dalam periode yang tepat, baik sebelum maupun sesudah tanggal neraca, maka perlu bagi auditor untuk hadir pada saat penghitungan fisik sediaan dan, melalui pengamatan, pengujian dan permintaan keterangan memadai, untuk meyakinkan dirinya tentang efektivitas metode penghitungan fisik sediaan dan mengukur keandalan yang dapat diletakkan atas representasi klien tentang kuantitas dan kondisi fisik sediaan.
Ada beberapa hal penting yang perlu diperhatikan auditor dalam penghitungan fisik
persediaan, diantaranya adalah :
1. selama penghitungan fisik persediaan, auditor harus memastikan bahwa pengendalian atas prosedur pemasukan dan pengeluaran barang atau pergerakan intern barang selama penghitungan berlangsung telah diikuti sebagaimana mestinya, untuk menilai kecermatan pisah batas (cut-off) yang telah dilakukan. Jika memungkinkan, sebaiknya proses produksi dihentikan sementara selama berlangsungnya penghitungan fisik persediaan ataupun penghitungan fisik dilakukan pada saat tidak adanya kegiatan penerimaan maupun pengeluaran barang di gudang.
2. auditor harus memperhatikan kemungkinan adanya barang konsinyasi (titipan)
yang bukan menjadi milik perusahaan, barang jaminan dan lainnya
3. kemungkinan adanya persediaan yang tidak berada dalam pengawasan perusahaan, misalnya barang yang berada di lokasi gudang umum, barang yang dipegang oleh penjual, barang konsinyasi dan lainnya. Untuk jenis persediaan ini, prosedur audit yang harus dilakukan adalah dengan melakukan konfirmasi langsung secara tertulis ataupun dengan penghitungan fisik.
4. auditor harus memastikan bahwa persediaan dalam perjalanan benar-benar belum
diterima sampai pada saat penghitungan fisik persediaan berlangsung.
Jika penghitungan fisik persediaan dilakukan setelah tanggal neraca, auditor harus melakukan tarik mundur (draw back) hasil penghitungan fisik persediaan ke saldo tanggal neraca. Prosedur ini terutama diperlukan untuk memperoleh keyakinan memadai bahwa pencatatan saldo persediaan pada tanggal neraca telah sesuai dengan fisik persediaan yang ada di gudang.
Pengujian atas Penentuan Harga Pokok Persediaan
Harga pokok persediaan umumnya ditentukan dengan metode rata-rata, FIFO ataupun
LIFO.
Dalam melakukan pemeriksaan atas akun persediaan, auditor harus melakukan pengujian untuk memperoleh keyakinan memadai bahwa metode yang digunakan dalam menilai persediaan telah sesuai dengan kebijakan akuntansi perusahaan.
Kuesioner Pengendalian Intern Persediaan
Kuesioner berkaitan dengan pengendalian intern persediaan di gudang yang biasanya
ditanyakan oleh auditor selama berlangsungnya pemeriksaan diantaranya adalah :
1. apakah persediaan dipisahkan secara memadai antara bahan baku, barang dalam
proses, bahan pembantu maupun barang jadi
2. apakah terdapat pengamanan yang cukup terhadap pencurian, kerusakan,
kebakaran, banjir maupun risiko lainnya
3. apakah persediaan berada di bawah pengawasan penjaga gudang
4. apakah gudang tempat penyimpanan barang hanya dapat dimasuki oleh petugas
gudang
5. apakah barang dalam gudang hanya boleh dikeluarkan berdasarkan bukti permintaan dan bukti pengeluaran barang yang telah disetujui oleh pejabat berwenang
6. apakah ada prosedur/pengawasan barang masuk atau keluar gudang, seperti penjaga pintu, pengecekan ulang antara barang di truk dengan dokumen bersangkutan dan lainnya
7. jika perusahaan menggunakan sistim persediaan perpetual, apakah pencatatan di
kartu persediaan dibuat terpisah untuk masing-masing kelompok persediaan
8. apakah orang yang melaksanakan pencatatan pada kartu persediaan bukan orang
yang berfungsi sebagai penjaga gudang
9. apakah secara periodik, jumah barang yang ada di kartu persediaan dicocokkan
dengan buku besar
10. apakah saldo persediaan dihitung secara fisik sekurang-kurangnya setahun sekali
dan dicocokkan dengan kartu persediaan

AUDIT SIKLUS PERSEDIAAN DAN PERGUDANGAN
Siklus persediaan dan pergudangan adalah unik karena erat hubungannbya dengan siklus transaksi lainnya. Bahan baku dan buruh langsung masuk ke siklus persediaan dan pergudangan, masing – masing dari siklus perolehan dan pembayaran. Siklus persediaan dan pergudangan diakhiri dengan penjualan barang dalam siklus penjualan dan penerimaan kas.
Faktor – faktor yang mempengaruhi kerumitan audit persediaan meliputi :
1. Persediaan umumnya adalah bagian utama dalam neraca, dan seringkali
merupakan akun terbesar yang masuk ke modal kerja.
2. Persediaan dapat tersebar di beberapa lokasi yang menyulitkan pengendalian pisik dan perhitungannya. Perusahaan harus menempatkan persediaannya sedemikian rupa sehingga mudah diakses untuk efisiensi produksi dan penjualan produk, tetapi penyebaran ini sering menimbulkan kesulitan pelaksanaan audit.
3. Keseragaman persediaan menciptakan kesulitan auditor. Seperti perhiasan, kimia,
dan suku cadang elektronik sering menyulitkan observasi dan penilaian.
4. Penilaian persediaan juga dipersulit oleh faktor ketinggalan jaman dan perlunya
mengalokasikan biaya manufaktur ke persediaan.
5. Ada beberapa metode penilaian persediaan yang dapat diterima, tapi klien harus
memakai metode tersebut secara konsisten dari tahun ke tahun.

FUNGSI BISNIS DI DALAM SIKLUS BESERTA DOKUMEN DAN CATATAN
TERKAIT
Persediaan dapat beragam bentuknya, tergantung pada sifat bisnisnya. Untuk bisnis eceran atau grosir, persediaan yang terpenting adalah persediaan barang dagangan. Untuk rumah sakit, makanan dan obat – obatan. Perusahaan manufaktur memiliki persediaan bahan baku , suku cadang dan perlengkapan yang dibeli untuk produksi, barang dalam proses, dan barang jadi yang tersedia untuk dijual.
Siklus persediaan dan pergudangan dapat dianggap terdiri dari dua sistem yang terpisah tapi erat terkait, yang satu melibatkan arus pisik barang yang sebenarnya, yang lain biaya terkait. Karena persediaan berpindah melalui perusahaan, harus ada pengendalian yang memadai atas pergerakan pisik maupun biaya yang terkait. Enam fungsi yang membentuk siklus persediaan dan pergudangan adalah sebagai berikut :
·         Proses pembelian
·         Menerima bahan baku
·         Menyimpan bahan baku
·         Memroses barang
·         Menyimpan barang jadi
·         Mengirim barang jadi

Fungsi di dalam Siklus Persediaan dan Pergudangan
Memproses Menerima menyimpan Memproses Menyimpan Mengirim
pesanan bahan bahan baku barang barang jadi barang jadi
Pembelian baku
Arus Menerima Meletakkan Menempatkan Meletakkan Mengirim
Persediaan bahan bahan baku bahan baku
barang jadi
barang jadi
baku di gudang dalam di gudang
produksi
Dokumentasi Permintaan Laporan Berkas Permintaan Berkas Dokumen
Terkait pembelian penerimaan induk bahan baku induk pengiriman
barang persediaan persediaan Berkas
Pesanan bahan baku Catatan barang jadi induk
pembelian Faktur perpetual akuntansi perpetual persediaan
pemasok biaya barang jadi
perpetual
Proses Pembelian
Siklus persediaan dan pergudangan bermula dengan permintaan bahan baku untuk produksi. Permintaan pembelian digunakan untuk memesan barang persediaan oleh bagian pembelian. Permintaan diawali oleh pegawai gudang atau komputer jika persediaan mencapai tingkat yang ditentukan sebelumnya, pemesanan harus dilakukan atas bahan baku yang dibutuhkan untukmemproduksi pesanan pelanggan, atau pemesanan diawali atas dasar perhitungan periodik oleh orang yang berwenang.
Menerima Bahan Baku
Bahan yang diterima harus diinspeksi kuantitas dan kualitasnya. Bagian penerimaan menghasilkan laporan penerimaan yang menjadi bagian dari dokumentasi penting sebelum pembayaran dilakukan. Setelah inspeksi, bahan baku dikirim ke gudang dan dokumen penerimaan atau notifikasi elektronik tentang penerimaan barang biasanya dikirim ke bagian pembelian, gudang, dan hutang usaha.
Menyimpan Bahan Baku
Sewaktu bahan baku diterima, bahan baku tersebut disimpan di gudang sampai diperlukan oleh bagian produksi. Bahan baku dikeluarkan dari persediaan atas penunjukan permintaan bahan baku, pesanan pekerjaan, dokumen yang sama atau pemberitahuan elektronik yang layak disetujui yang menunjukkan jenis dan kuantitas bahan baku yang diperlukan. Dokumen permintaan ini digunakan untuk memperbaharui berkas induk persediaan perpetual dan membukukan pemindahan dari akun bahan baku ke barang dalam proses.
Memroses Bahan Baku

Porsi pemrosesan pada siklus persediaan dan pergudangan sangat bervariasi dari satu perusahaan ke perusahaan lain. Penentuan jenis barang dan kuantitas yang diproduksi biasanya berdasarkan pesanan tertentu dari pelanggan, peramalan penjualan, tingkat persediaan barang jadi yang ditentukan lebih dulu, dan volume produksi yang paling hemat. Didalam berbagai bagian produksi, ketentuan harus dibuat guna mengatur kuantitas yang diproduksi, pengendalian barang rusak, pengendalian kualitas, dan perlindungan pisik bahan baku dalam proses.
Menyimpan Barang Jadi
Setelah barang jadi selesai dikerjakan bagian produksi, penyimpanan dilakukan digudang sambil menunggu pengiriman. Dalam perusahaan dengan sistem pengendalian intern yang baik, dilakukan pengendalian pisik atas barang jadi dengan memisahkannya ke dalam beberapa bidang terpisah dengan akses terbatas.
Mengirim Barang Jadi
Pengiriman barang jadi merupakan bagian integral dari siklus penjualan dan penerimaan kas. Tiap pengiriman atau pengeluaran barang jadi harus didukung dokumen pengiriman atau pengeluaran barang jadi harus didukung dokumen pengiriman yang diotorisasi dengan memadai.
Berkas Induk Persediaan Perpetual
Berkas induk persediaan perpetual hanya memasukkan informasi mengenai jumlah unit persediaan yang dibeli, dijual, dan disimpan, atau informasi mengenai biaya per unit. Untuk pembelian bahan baku, berkas induk persediaan perpetual diperbarui secara otomatis pada saat perolehan persediaan diproses sebagai bagian dari pembukuan transaksi perolehan.
BAGAIMANA E-COMMERCE MEMPENGARUHI PENGELOLAAN PERSEDIAAN Salah satu keuntungan utama yang diberikan oleh internet ke pengelolaan persediaan adalah memungkinkan klien menyediakan deskripsi yang lebih luas mengenai persediaan produknya secara seketika atau real-time ke sekutu bisnis utama, termasuk pemasok dan pelanggan. Informasi mengenai kuantitas persediaan yang ada, lokasi produk, dan unsur persediaan penting lainnya akan membantu pemasok persediaan bekerja dengan manajemen guna memonitor arus unsur persediaan.
BAGIAN DARI AUDIT PERSEDIAAN
Tujuan menyeluruh audit atas siklus persediaan dan pergudangan adalah menentukan apakah persediaan bahan baku, barang dalam proses, dan barang jadi telah disajikan secara wajar dalam laporan keuangan. Siklus dasar persediaan dan pergudangan dapat dibagi menjadi lima bagian tersendiri :
Audit atas Persediaan
Bagian dari Audit Siklus yang diuji
Memperoleh dan membukukan bahan baku, tenaga kerja, dan overhead Perolehan dan
pembayaran, penggajian dan kepegawaian

Mentransfer internal aktiva dan biaya Persediaan dan pergudangan
Mengirimkan barang dan membukukan pendapatan dan biaya Penjualan dan penerimaan
kas
Mengamati persediaan fisik Persediaan dan pergudangan
Menilai harga dan mengkompilasi persediaan Persediaan dan pergudangan
AUDIT ATAS AKUNTANSI BIAYA
Pengendalian akuntansi biaya adalah pengendalian yang berkaitan dengan persediaan fisik dan biaya terkait dari titik dimana bahan baku diminta ke titik dimana barang jadi selesai diproduksi dan ditransfer atau dipindahkan ke gudang. Untuk memudahkannya, pengendalian akuntansi biaya dibagi menjadi dua kategori yang luas :
·         Pengendalian atas persediaan fisik bahan baku, barang setengah jadi, dan barang jadi
·         Pengendalian atas biaya terkait
·         Metedologi Perancangan Pengujian Pengendalian dan Pengujian Substantif atas
Transaksi Akuntansi Biaya
Memahami pengendalian intern sisitem akuntansi biaya
Mengestimasi risiko pengendalian yang direncanakan - sistem akuntansi biaya
Mengevaluasi biaya - manfaat atas pengujian pengendalian
Merancang pengujian pengendalian dan pengujian substantif atas transaksi untuk sistem
akuntansi biaya guna memenuhi tujuan audit terkait transaksi Prosedur audit
Besarnya sampel
Unsur yang dipilih
Waktu
Dalam audit atas akuntansi biaya, auditor berkepentingan dengan empat aspek :
·         Pengendalian fisik atas persediaan
·         Dokumen dan pencatatan transfer atau pemindahan barang
·         Berkas induk persediaan perpetual
·         Catatan Biaya per unit

Pengendalian fisik atas persediaan
Pengujian auditor atas memadainya pengendalian fisik bahan baku, barang dalam proses,
dan barang jadi harus dibatasi pada pengamatan dan tanya jawab.
Dokumen dan pencatatan transfer atau pemindahan barang
Perhatian utama auditor dalam hal pemindahan atau transfer persediaan dari satu lokasi ke lokasi lain adalah apakah pemindahan atau transfer yang dibukukan benar terjadi, pemindahan atau transfer yang terjadi telah dibukukan, jumlah, deskripsi, dan tanggal transaksi dibukukan dengan tepat.
Berkas induk persediaan perpetual
Berkas induk persediaan perpetual yang memadai memiliki efek yang besar pada
penetapan waktu pelaksanakan dan luasnya pemeriksaan fisik persediaan oleh auditor.

Pengujian atas berkas induk persediaan perpetual untuk mengurangi pengujian fisik persediaan atau mengubah saat pelaksanaan dilakukan dengan menggunakan pemeriksaan dokumen.
Catatan Biaya per unit
Mendapatkan data yang akurat mengenai biaya bahan baku, tenaga kerja langsung, dan overhead pabrik adalah bagian penting dari akuntansi baiya. Pencatatan akuntansi biaya yang memadai harus diintegrasikan dengan catatan produksi dan catatan akuntansi lain
untuk mendapatakan biaya yang akurat untuk semua produk.
Prosedur Analitik untuk Siklus Persediaan dan Pergudangan
Prosedur Analitik Kemungkinan Salah Saji
Bandingkan persentase marjin kotor dengan tahun sebelumnya Salah saji atau kurang saji
persediaan dan harga pokok penjualan
Bandingkan perputaran persediaan (harga pokok penjualan dibagi dengan persediaan rata – rata) dengan tahun sebelumnya Keusangan persediaan yang mempengaruhi persediaan dan harga pokok penjualan. Salah saji atau kurang saji persediaan.
Bandingkan persediaan biaya per unit dengan tahun sebelumnya Salah saji atau kurang
saji biaya per unit, yang mempengaruhi persediaan dan harga pokok penjualan
Bandingkan nilai persediaan yang diperluas dengan tahun sebelumnya Salah saji dalam kompilasi, biaya per unit, atau pengalian, yang mempengaruhi persediaan dan harga pokok penjualan
Bandingkan biaya produksi tahun berjalan dengan tahun sebelumnya (biaya variabel harus disesuaikan jika ada perubahan volume) Salah saji biaya per unit persediaan, khususnya biaya tenaga kerja langsung dan overhead pabrik, yang mempengaruhi persediaan dan harga pokok penjualan
Metodologi Perancangan Pengujian Terinci atas Saldo untuk Persediaan
Identifikasi risiko bisnis klien yang mempengaruhi siklus persediaan dan pergudangan
Tahap I
Tentukan salah saji yang dapat ditolerir dan nilailah risiko bawaan untuk siklus
persediaan dan pergudangan Tahap I
Nilailah risiko pengendalian untuk beberapa siklus Tahap I
Rancang dan laksanakan pengujian pengendalian dan pengujian substantif atas transaksi
untuk siklus persediaan dan pergudangan Tahap II
Rancang dan laksanakan prosedur analitik untuk siklus persediaan dan pergudangan
Tahap III
Rancang pengujian terinci atas persediaan untuk memenuhi tujuan audit terkait - saldo
Prosedur audit Tahap III
Besar sampel
Unsur yang dipilih
Waktu
Karena kompleksitas pelaksanaan audit persediaan, dua aspek pengujian terinci atas saldo
dibahas terpisah :
o Pengamatan persediaan fisik
o Penilaian harga dan kompilasi persediaan
PENGAMATAN PERSEDIAAN FISIK
Biasanya auditor independen perlu hadir pada saat perhitungan fisik persediaan dan, melalui pengamatan, pengujian, dan pengajuan pertanyaan yang memadai, dia harus menyakini efektifitas metode perhitungan persediaan fisik dan ukuran keandalan atas
penyajian klien mengenai jumlah dan kondisi fisik persediaan.
Pengamatan persediaan fisik terdiri dari :
Pengendalian
Keputusan Audit
Pengujian Pengamatan Fisik
Pengendalian
Aspek penting dari pemahaman auditor mengenai pengendalian fisik persediaan klien adalah pengenalan menyeluruh terhadapnya sejak persediaan itu ada. Hal itu perlu untuk mengevaluasi efektifitas prosedur klien, tetapi itu juga memungkinkan auditor untuk memberikan saran – saran yang membangun kepada klien. Jika petunjuk di bidang persediaan tersebut tidak memberikan pengendalian yang memadai, auditor harus mencurahkan waktu lebih banyak guna menyakinkan perhitungan fisiknya akurat.
Keputusan Audit
Keputusan audit dalam hal pengamatan persediaan secara fisik umumnya sama dengan
bidang audit lainnya :
Memilih prosedur audit
Menetapkan saat pelaksanaan
Menetapkan besarnya sampel, dan
memilih unsur yang akan diuji
Pengujian Pengamatan Fisik
Bagian tepenting dari pengamatan persediaan yaitu menentukan apakah perhitungan persediaan secara fisik yang dilakukan sesuai dengan instruksi klien atau tidak. Untuk melakukan ini secara efektif, sangat penting bagi auditor untuk hadir pada saat perhitungan persediaan secara fisik dilakukan.
Tujuan Audit Terkait-Saldo dan Pengujian Terinci atas Saldo untuk Pengamatan Fisik
Persediaan.
Tujuan Audit Terkait-Saldo Prosedur Pengamatan Fisik Persediaan Umum Komentar
Persediaan yang dibukukan dalam kartu secara fisik ada (keberadaan) Pilih sampel secara
acak dari nomor kartu dan bandingkan dengan nomor yang ada pada fisik persediaan.
Amati apakah pergerakan persediaan terjadi selama penghitungan Tujuannya adalah
menemukan diikutkannya barang fiktif dalam persediaan
Persediaan yang ada telah dihitung dan diberikan kartu untuk memastikan tidak ada yang
hilang (kelengkapan) Periksa persediaan untuk menyakinkan bahwa telah diberi kartu
Amati apakah pergerakan persediaan terjadi selama perhitungan.
Tanyakan apakah ada persediaan di lokasi lain.
Hitung semua kartu yang dipakai dan tidak dipakai untuk memastikan tidak ada yang
hilang atau sengaja dihilangkan.
Bukukan nomor kartu untuk yang terpakai dan belum terpakai guna tindaklanjut berikutnya. Perhatian khusus harus diberikan ke kelalaian mencantumkan persediaan dalam jumlah besar.
Persediaan dihitung akurat (keakuratan) Hitung kembali penghitungan klien untuk menyakinkan pembukuan yang akurat pada kartu (juga periksa deskripsi dan unit penghitungan seperti lusin atau grosir). Bandingkan penghitungan fisik dengan berkas induk persediaan perpetual. Catat penghitungan klien untuk pengujian berikutnya. Membukukan penghitungan persediaan yang dilakukan klien dalam kertas kerja pemeriksaan pada lembar penghitungan pada lembar penghitungan persediaan yang dilakukan karena dua alasan : untuk mendokumentasikan bahwa pemeriksaan fisik yang memadai telah dilakukan dan untuk menguji kemungkinan bahwa klien mengubah hasil penghitungan setelah auditor meninggalkan lokasi.
Persediaan diklasifikasikan dengan benar dalam kartu (klasifikasi) Periksa deskripsi pada kartu dan bandingkan dengan persediaan fisiknya untuk bahan baku, barang dalam proses, dan barang jadi.
Evaluasi apakah persentase penyelesaian yang tercatat pada kartu untuk barang dalam proses itu memadai. Pengujian tersebut akan dilakukan sebagai bagian dari prosedur pertama dalam tujuan keakurasian.
Informasi diperoleh untuk memastikan penjualan dan pembelian persediaan dibukukan
dalam periode yang layak (pisah batas) Catat dalam kertas kerja pemeriksaan untuk tindak lanjut bagi nomor terakhir dokumen pengiriman yang digunakan pada akhir tahun. Yakinkan bahwa persediaan barang tersebut-tidak diikutkan dalam penghitungan fisik. Telaah area pengiriman barang untuk persediaan yang disisihkan untuk dikirim, tapi tidak dihitung.
Catat dalam kertas kerja pemeriksaan untuk tindak lanjut berikutnya atas nomor laporan
penerimaan barang yang terpakai pada akhir tahun.
Yakinkan bahwa persediaan tersebut telah disertakan dalam penghitungan fisik.
Telaah area penerimaan barang untuk persediaan yang harus disertakan dalam penghitungan. Mendapatkan informasi pisah batas yang memadai bagi penjualan dan perolehan merupakan bagian yang penting dari pengamatan persediaan.
Unsur persediaan yang usang dan tidak terpakai dikeluarkan atau dicatat (nilai yang dapat direalisir) Pengujian atas keusangan persediaan dengan menanyai pegawai pabrik dan manajemen, dan waspada terhadap barang rusak, berkarat, atau berdebu, atau terletak di tempat yang tidak sesuai.
Klien berhak membukukan persediaan pada kartu (hak) Tanyakan tentang konsinyasi
atau persediaan pelanggan dimasukkan ke perusahaan klien.
Waspadai persediaan yang dipisahkan atau ditandai khusus sebagai indikasi bukan milik
klien.
AUDIT ATAS PENETAPAN HARGA DAN KOMPILASI
Pengujian kompilasi persediaan (inventory compilation test) mencakup semua pengujian ikhtisar kuantitas fisik, perkalian harga dengan kuantitas, penjumlahan ikhtisar persediaan, dan penelusuran total ke buku besar.
Audit atas penetapan harga dan kompilasi terdiri dari :
·         Pengendalian Penetapan Harga dan Kompilasi
·         Prosedur penetapan Harga dan Kompilasi
·         Penilaian Persediaan

Pengendalian Penetapan Harga dan Kompilasi
Keberadan struktur pengendalian intern yang memadai untuk biaya per unit yang terintegrasi dengan produksi dan catatan akuntansi lain, penting untuk menyakinkan bahwa tingkat biaya yang memadai telah digunakan untuk menilai persediaan akhir.
Satu pengendalian intern yang penting adalah penggunaan catatan biaya standar (standard cost record), yang menunjukkan penyimpangan dalam biaya bahan baku, biaya tenaga kerja, dan biaya overhead serta dapat digunakan untuk mengevaluasi produksi.
Prosedur penetapan Harga dan Kompilasi
Kerangka acuan untuk menerapkan tujuan audit adalah daftar persediaan yang didapat dari klien yang mencantumkan deskripsi, jumlah, harga per unit, dan nilai perkalian dari tiap jenis persediaan. Daftar persediaan terdiri dari deskripsi jenis persediaan dengan bahan baku, barang dalam proses, dan barang jadi disusun terpisah. Jumlahnya sama dengan angka pada buku besar.
Penilaian Persediaan
Dalam melakukan pengujian harga, tiga hal penting mengenai metode penetapan harga
klien :
• Metode tersebut harus sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum
• Penerapannya konsisten dari tahun ke tahun
• Harus mempertimbangkan antara nilai pasar dan nilai pengganti (replacement cost).
Tujuan Audit Terkait-Saldo dan Pengujian Terinci atas Saldo untuk Penetapan Harga dan
Kompilasi Persediaan
Tujuan Audit Terkait-Saldo Prosedur Penetapan Harga dan Kompilasi Persediaan
Komentar
Persediaan dalam skedul persediaan sesuai dengan perhitungan fisik, perkalian, dan Penjumlahan adalah benar dan sesuai dengan buku besar (kecocokan rincian) Lakukan pengujian kompilasi (lihat tujuan keberadaan, kelengkapan, dan keakurasian). Jumlahkan skedul daftar persediaan untuk bahan baku, barang dalam proses, dan barang jadi.
Telusuri total ke buku besar. Perluas kuantitas kali harga pada unsur yang terpilih. Kecuali jika pengendalian lemah, pengujian atas perkalian dan penjumlahan seharusnya dibatasi.
Persediaan dalam skedul daftar persediaan adalah ada (keberadaan) Telusuri persediaan yang terdaftar dalam skedul ke kartu persediaan dan catatan penghitungan auditor untuk mengetahui keberadaan dan deskripsinya. Enam tujuan berikutnya akan dipengaruhi oleh hasil pengamatan persediaan secara fisik.
Nomor kartu dan penghitungan diverifikasi sebagai bagian dari pengamatan persediaan
fisik ditelusuri ke skedul daftar persediaan sebagai bagian dari pengujian ini.
Persediaan yang ada termasuk di dalam skedul daftar persediaan (kelengkapan) Catat dan hitung nomor kartu yang tidak terpakai dalam kertas kerja untuk menyakinkan bahwa tidak ada kartu yang ditambahkan.
Telusuri data kartu persediaan ke skedul daftar persediaan untuk menyakinkan bahwa
kartu tersebut telah masuk.
Hitung nomor yang tidak terpakai untuk menyakinkan bahwa tidak ada kartu yang
dihilangkan.
Persediaan di dalam skedul daftar persediaan adalah akurat (keakurasian) Telusuri daftar persediaan dalam skedul ke kartu persediaan dan catatan penghitungan jumlah dan deskripsi auditor.
Lakukan pengujian penetapan harga persediaan.
Persediaan di dalam skedul daftar persediaan diklasifikasikan dengan layak (klasifikasi) Verifikasi klasifikasi bahan baku, barang dalam proses, dan barang jadi dengan membandingkan deskripsi pada kartu persediaan beserta pengujian pencatatan pengitungan auditor dengan skedul daftar persediaan.
Persediaan di dalam skedul daftar persediaan dinyatakan pada nilai yang dapat direalisir (nilai yang dapat direalisir) Lakukan pengujian biaya perolehan atau harga pasar manakah yang paling rendah, demikian pula harga jual dan keusangan.
Klien berhak atas persediaan didalam skedul daftar persediaan (hak)
Telusuri kartu persediaan yang diidentifikasi sebagai barang yang tidak dimiliki selama pengamatan fisik ke skedul daftar persediaan untuk menyakinkan barang ini tidak dimasukkan.
Telaah kontrak dengan pemasok dan pelanggan dan lakukan tanya jawab ke manajemen mengenai kemungkinan masuknya konsinyasi atau persediaan yang bukan dimiliki lainnya atau tidak dimasukkannya barang yang dimiliki.
Persediaan dan akun terkait dalam siklus persediaan dan pergudangan disajikan dan
diungkapkan dengan benar (penyajian dan pengungkapan)
Periksa penyajian dan pengungkapan laporan keuangan yang mencakup : pemisahan
pengungkapan bahan baku, barang dalam proses, dan barang jadi.
Deskripsi yang memadai atas metode penghitungan harga perolehan persediaan.
Deskripsi persediaan yang digadaikan
Memasukkan penjualan dan komitmen pembelian yang signifikan Penggadaian persediaan dan komitmen penjualan biasanya tidak diungkapkan sebagai bagian dari pengujian audit lainnya.
INTEGRASI PENGUJIAN
Bagian tersulit untuk memahami audit atas siklus persediaan dan pergudangan adalah menebak – nebak saling terkaitnya antar berbagai pengujian yang berbeda yang dilakukan auditor untuk menentukan apakah persediaan dan harga pokok penjualan
disajikan secara wajar, pengujian – pengujian tersebut terdiri dari :
Pengujian Siklus Perolehan dan Pembayaran
Pengujian Siklus Penggajian dan Kepegawaian
Pengujian Siklus Penjualan dan Penerimaan Kas
Pengujian Akuntansi Biaya
Persediaan fisik, Penetapan Harga, dan Kompilasi
KESIMPULAN
Karena kesulitan yang berhubungan dengan penetapan keberadaan dan penilaian  
persediaan, maka siklus tersebut seringkali merupakan bagian audit yang paling makan
banyak waktu dan kompleks.
Siklus ini jug unik karena banyak pengujian masukan kepada siklus diuji sebagai  
bagian dari audit siklus lainnya.
Pengujian yang dilaksanakan sebagai bagian dari siklus persediaan dan pergudangan
fokusnya pada catatan akuntansi biaya, pengamatan persediaan secara fisik, dan
pengujian penetapan harga poko dan kompilasi saldo akhir persediaan.
Posted by ria at 4:38 AM
PEMERIKSAAN PERSEDIAAN
Prosedur Pemeriksaan Persediaan
Prosedur Compliance Test:
1. Pahami dan evaluasi ICQ atas persediaan. >> Lihat contoh ICQ utk persediaan: - Evaluasi IC yg ada, lalu tarik kesimpulan sementara, apakah IC atas persediaan BAIK, SEDANG, atau LEMAH. - Jika IC nya BAIK ataupun SEDANG, lakukan tes ketaatan [compliance test] utk membuktikan apakah apakah IC berjalan efektif atau tidak. >> Sampel yg diambil : - utk pembelian: Purchase Order - utk pemakaian: Material
Requisition - utk penjualan: Sales Invoice 2. Tarik kesimpulan mengenai IC atas persediaan. - Jika dari tes transaksi, tidak ditemukan kesalahan yg berarti, maka dpt disimpulkan IC nya BAIK, shg substantif tes bisa dipersempit. Dan sebaliknya.

13
Prosedur Pemeriksaan Persediaan
Prosedur Substantive Test: • • Lakukan observasi atas stock opname yg dilakukan klien. Minta Final Inventory List dan lakukan prosedur pemeriksaan berikut: - check mathematical accuracinya. - cocokkan ‘quantity per book’ dg stock card. - cocokkan ‘quantity per count’ dg count sheet kita [auditor] - cocokkan ‘total value’ dg buku besar persediaan. 3. 4. 5. Kirimkan konfirmasi untuk persediaan consignment out. Periksa unit price dari bahan baku, bahan dlm proses, barang jadi, dan supplies. Lakukan rekonsiliasi jika stock opname dilakukan beberapa waktu sebelum atau sesudah tanggal neraca.
14
Prosedur Pemeriksaan Persediaan
6. Periksa cukup tidaknya allowance utk barang-barang yg bergerak lambat, rusak, dan ketinggalan mode. 7. Periksa kejadian sesudah tanggal neraca. 8. Periksa cutt-off penjualan dan cutt-off pembelian. 9. Periksa jawaban konfirmasi dari bank, perjanjian kredit, dan notulen rapat. 10. Periksa apakah ada sales atau purchase commitment per tanggal neraca. 11. Seandainya ada brang dalam perjalanan, laukan prosedur berikut: - minta rincian good in transit per tanggal neraca. - periksa mathematical accuracinya. - periksa subsequent clearance. 12. Buat kesimpulan dari hasil pemeriksaan dan buat usulan audit adjustment jika diperlukan. 13. Periksa apakah penyajian persediaan di lap. keu. sesuai dg PABU.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar